Rukun-Rukun Dan Syarat-Syarat Beserta Cara Bertayamum

A. Pendahuluan.

Di zaman sekarang ini,sangat mudah buat kita mencari air untuk wudhu. Bahkan, saat bepergian pun ketika akan melaksanakan shalat, di setiap pinggir-pinggir jalan banyak Majid dan dengan air yang melimpah.

B. Penjelasan Rukun-rukun dan syarat-syarat beserta cara tayamum.

Rukun-rukun tayamum

  1. Memindahkan debu pada anggota yang diusap. Cara mengusapnya bisa dengan cara mengusapkan sendiri atau diusapkan oleh orang lain dengan izinnya.
  2. Niat tayamum untuk diperbolehkan Shalat (Istibahaati Ash-Shalah), bukan niat menghilangkan hadats, karena tayamum tidak bisa menghilangkan hadats. Maka, ketika niatnya fardhu tayamum, maka belum mencukupi (menurut pendapat yang kuat). Diwajibkan membarengkan niat bersamaan dengan memindahkan debu ke wajah, karena memindahkan debu ke wajah adalah awal dari rukun tayamum.
  3. Mengusap wajah, berdasarkan Firman Allah Subhaana Wa Ta’aala: “Maka, usaplah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian….” [QS. Al-Maaidah, ayat 6]
  4. Mengusap kedua tangan sampai dua siku tangan
  5. Tertib (berurutan) antara wajah dan tangan. Tidak boleh bertayamum dengan mengusap tangan dahulu, lalu wajah.
    Tidak diwajibkan mendatangkan debu di dalam tempat tumbuhnya rambut yang tipis, karena dipandang sulit. Berbeda dengan wudhu. Dalam wudhu, ketika jenggot orang yang wudhu tipis, maka wajib membasuh kulit yang ada pada jenggot tersebut.

Referensi: Mughni Al-Muhtaaj, cetakan Daarulkutuub, Baerut, Lebanon, juz 1, halaman 150-152.

 

Syarat-syarat atau sebab tayamum

  1. Tidak adanya air. Maka, ketika yakin tidak ada air, maka wajib tayamum tanpa harus mencari air. Apabila ada dzon (perkiraan lebih banyak ada airnya daripada tidak ada airnya) atau syak (antara ada dan tidak ada air sama kuatnya), maka dia harus mencari dari tunggangannya dan rombongan perjalanan (apabila dia sedang safar/ bepergian). Dan dia mencari di kiri kanannya apabila dia bertempat di tempat yang rata permukaan tanahnya. Apabila butuh untuk mencari air dengan cara kesana kemari, maka harus dilakukan. Menurut pendapat yang kuat, harus berusaha mencari air dulu.
  2. Membutuhkan air karena hausnya hewan muhtaram (yang dimulyakan menurut syara’).
  3. Sakit yang dikhawatirkan akan merusak kemanfaatan anggota tubuh jika bersuci menggunakan air.

Referensi: Mughni Al-Muhtaaj, cetakan Daarulkutuub, baerut, Lebanon, juz 1, halaman.

Cara bertayamum

tata cara bertayamum bisa dilihat di rukun tayamum di atas. Bagi orang yang berhadats besar tidak di wajibkan untuk tertib (boleh tayamum dengan mengusap tangan dahulu, baru wajah).

Adapun niat tayamum lafalnya adalah Nawaitu At-Tayamuma listibahaati Ash-shalah atau semisalnya yang butuh untuk bersuci, seperti thawaf, membawa mushhaf dan sebagainya.

 

C. Penutup.

Demikianlah pembahasan tentang rukun-rukun dan syarat-syarat beserta cara bertayamum, semoba bermanfaat. Mohon share dengan memberika Like, Tweet atau komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *