Materi Kultum: Belenggu Syaitan adalah Ikhlas Berpuasa

A. Pendahuluan.

Sebuah hadis yang sudah sangat familiar dan pasti akan kita dengarkan pada saat bulan suci Ramadhan adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang berbunyi:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu,  sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu“.

Sebuah hadis jika diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Sehingga kebenaran yang terdapat dalam hadis tersebut pun tidak diragukan juga.

B. Pertanyaan.

Lalu Jika benar yang disampaikan Rasulullah mengenai setan-setan dibelenggu apabila tiba pada bulan Ramadhan, mengapa masih banyak orang yang melakukan perbuatan maksiat dan kejahatan pada bulan Ramadhan? Sebuah pertanyaan mendasar yang perlu direnungkan.

C. Pembahasan.

Kendaraan utama syetan dalam menggoda umat manusia adalah nafsu, syahwat, dan keinginan. Orang yg tidak mampu menahan dan mengkontrol ketiga hal tersebut maka ia akan menjadi bulan-bulanannya syetan.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengkontrol hawa nafsu tersebut adalah dengan berpuasa. Sebagaimana disinggung dalam banyak hadis Rasulullah saw yang salah satunya adalah:

Ya ma’syaro asy syabab! Man istatho’a minkum al ba’ata fal yatazawwaj wa man lam yastathi’ fa ‘alayhi bi ash showmi fainnahu wija’

Wahai sekalian pemuda! Siapa yang telah mampu untuk menikah di antara kalian maka hendaklah menikah, karena (pernikahan itu) lebih menjaga pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa (shaum), karena hal itu bisa mengurangi syahwat.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimana bisa puasa dikatakan dapat mengurangi syahwat?

Puasa secara biologis akan melemahkan seseorang karena minimnya pasokan tenaga yang berasal dari makanan dan minuman yang menjadi kebutuhan dasar tubuh manusia. Karena orang puasa tidak boleh makan dan tidak boleh minum. Dalam kondisi fisik yang demikian, maka tubuh dan aliran darah kita akan melemah. Logikanya, orang akan malas untuk melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat karena tenaganya hanya terbatas, orang akan malas untuk menggunjing atau bertengkar karena mulut kering, orang yang berpuasa akan enggan untuk melihat kemaksiatan karena ngantuk, malamnya harus bangun sahur. Orang tidak bisa menyalurkan syahwat dengan jalan yang tidak benar karena letoy.

Nah dalam keadaan yang begini ini, syetan akan kewalahan, akan kesulitan untuk bergerak karena senjata andalan yang dia gunakan untuk menggoda manusia sudah dilemahkan dengan berpuasa. Itulah makna syulsilatis syayaatiin. Orang kalau dibelenggu ia tidak bisa bebas bergerak. Begitu juga syaitan, ketika senjata andalannya dibelenggu dengan puasa, ia tidak bisa bergerak. Jadi sekalipun bulan puasa, syetan tetap bisa menggoda manusia, karena memang Allah swt telah berjanji untuk memberikan kesempatan kepada syetan untuk menggoda manusia hingga hari kiamat tanpa ada jeda. Nah kalau ada orang yang masih tergoda dengan syetan walaupun ia dalam keadaan berpuasa, maka jelas orang tersebut tidak ikhlas dalam menjalani puasa.

Semoga kita selalu diberi keikhlasan dalam menjalankan setiap ibadah, amin..

Klik untuk share:
Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz