Macam-Macam Puasa Sunnah

A. Pendahuluan.

Puasa sunnah adalah salah satu amal ibadah yang penting untuk kita jalani. Di dalam hadits disebutkan: “Setiap amal kebaikan yang dilakukan anak adam akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa jalla berkata: kecuali puasa. Maka, sesungguhnya puasa itu untukku dan aku balas sebab puasanya. Mereka (anak adam) meninggalkan syahwat mereka dan makanan mereka karenaku. Bagi yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Rabnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” [HR. Muslim: 1151].

B. Macam-macam puasa sunnah.

  1. Puasa hari senin.
  2. Puasa hari selasa.
    Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya senin kamis adalah dua hari yang mana di dalam senin kamis diperiksakan semual amal. Maka aku senang ketika amalku diperiksakan dan waktu itu aku sedang berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi].
  3. Puasa Arafah.
    Waktunya pada hari ke tujuh bulan Arafah bagi selain orang yang sedang berhaji.
  4. Puasa oada hari Aasyuura’.
    Hari Asyura’ adalah lebih utama-utamanya hari berdasarkan hadits: “Tidak ada hari yang mana di dalam hari itu Allah memerdekakan abdinya dari neraka lebih banyak dari pada hari Aasyura'” [HR. Muslim]. Lihat mughni Al-muhtaaj juz awal, halaman 596, cetakan Darul kutuub, lebanon]. Adapun hadits yang menerangkan tentang bagus-bagusnya hari adalah jumat, itu di tanggungkan kepada hari yang selain hari Aasyura’ (Lihat mughni Al-muhtaaj juz awal, halaman 596, cetakan Darul kutuub, lebanon).
  5. Puasa Taasyua’.
    Puasa Taasyua’ dilakukan pada hari ketujuh bulan Muharram.
  6. Puasa hari biidh.
  7. Puasa tujuh hari dari bulan syawwal. Adapun puasa tujuh kali secara berturut-turut adalah lebih utama.
  8. Puasa Dahri (tahun) kecuali waktu hari raya ‘ied.
  9. Puasa tasyriiq.

Puasa Dahri dan Tasyriiq dimakruhkan bagi orang yang khawatir bahaya atau tidak bisa melaksanakan haknya.
(Lihat mughni Al-muhtaaj juz awal, halaman 595-597, cetakan Darul kutuub, lebanon]

C. Niat puasa sunnah.

Adapun cara niat puasa sunnah yang disebutkan di atas adalah: Aku berniat puasa <sebut nama puasa yang akan dilakukan> karena sunnah lillahi Ta’ala.

D. Penutup.

Demikianlah sekilas pembahasan tentang macam-macam puasa sunnah. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet atau komentar anda di bawah ini, agar bisa menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz