Hukum Shalat Tahajud Setelah Witir

A. Pendahuluan.

Shalat malam atau biasa di sebut Qiyamu Lail adalah Shalat yang mempunyai hukum sunnah muakkad. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu berada berada di dalam surga surga dan mata air mata air, serta mereka mengambil sesuatu yang telah Allah berikan kepada mereka. Sesungguhnya mereka adalah orang orang yang berbuat balik sebelumnya (di dunia). Mereka sedikit tidur di malam hari dan di akhir akhir waktu malam mereka memohon ampunan.” [QS.Adz Dzariyat, 15-18].

Tapi mungkin ada dari kita yang tidak tahu keutamaan Qiyamu Lail, tata cara shalat tahajud dan witir, dan juga tidak tahu hukum shalat tahajud setelah witir

B. Permasalahan.

  1. Apakah keutamaan dari Qiyamu Lail?
  2. Bagaimana tata cara melaksanakan shalat tahajud dan witir dari Rasulullah SAW?
  3. Bagaimanakah hukum Shalat tahajud setelah witir?

C. Dalil.

Keutamaan Qiyamu Lail.

Dalil dalil yang menerangkan tentang keutamaan Qiyamu Lail diantaranya adalah:

  • Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata: Rasulullah SAW di tanya: “Shalat apa yang paling utama setelah Shalat maktubah?Rasulullah berkata: Shalat di tengah malam.” [HR. Al Bukhari dan Muslim].

Hadits di atas menerangkan, betapa keutamaan dari kesunnahan Qiyamu Lail, di atas Shalat Shalat sunnah yang lain.

  • Sabda Rasulullah SAW Dari Abu Umamah Al Bahili RA: “Hendaklah kalian melaksanakan Qiyamu Lail, karena itu adalah kebiasaan orang orang Shaleh sebelum kamu, dan itu adalah sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada tuhanmu, dan melebur amal amal jelek dan menjauhkan dari dosa.” [HR. At Tirmidzi, 3549, Al Hakim, 1/308, dan Al Baihaqi, ||/502].
  • Dari Jabir Bin Abdillah: “ saya mendengar Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya di dalam waktu malam benar benar terdapat saat, yang mana tidak ada laki laki muslim yang berjumpa pada saat itu, dan dia meminta kebaikan kepada Allah dari perkara dunia dan akhirat, kecuali Allah akan mengabulkannya. Dan saat itu terjadi pada setiap waktu malam.” [HR. Muslim, 757]

Tata cara Shalat tahajud dan witir

Diriwayatkan dari A’isyah: “Rasulullah SAW tidak pernah menambahi Shalat di dalam bulan Ramadhan dan bulan lainnya di atas 11 rakaat.” [HR. Al Bukhari, 1147 dan Muslim, 738]. Hadits di atas adalah jumlah rakaat Qiyamu Lail Nabi SAW. 11 rakaat itu sudah termasuk Shalat witir 3 rakaat. Sedangkan tata caranya adalah setiap 2 rakat melakukan salam.

  • Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Seorang laki laki berdiri lalu berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana cara Shalat malam? Rasulullah bersabda: “Shalat malam itu 2 rakaat 2 rakaat. Ketika kamu takut akan masuknya subuh, maka witirlah 1 rakaat.” [HR. Muslim 749].

Sedangkan witirnya bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  1. ketika 2 rakaat salam, lalu tambah satu rakaat, lalu salam.
  2. Langsung melakukan 3 rakaat dengan 1 kali Tasyahud dan sekali salam.

Melaksanakan Shalat sunnah (Tahajud) setelah Shalat witir

Ada perbedaan pendapat tentang masalah ini dikalangan Ulama:

  • Pendapat pertama, memperbolehkan melaksanakan Shalat Sunnah lagi, termasuk tahajud dan Shalat witirnya tidak perlu diulang. Ini adalah pendapat mayoritas Ulama, seperti Ulama hanafiyah, malikiyah, Hanabilah, dan juga yang masyhur dari kalangan Syafi’iyah. Beliau-beliau berdasar atas hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatina A’isyah: Beliau melaksanakan Shalat 13 raka’at. Beliau melakukan Shalat 8 raka’at kemudian beliau Shalat witir (1 raka’at), kemudian beliau Shalat lagi 2 raka’at sambil duduk. Maka ketika beliau hendak rukuk’ , maka beliau berdiri, lalu beliau ruku’, kemudian beliau Shalat 2 raka’at antara adzan subuh dan iqomah. [HR. Muslim, 738].

Hadits di atas tidak bertentangan dengan pendapat para Ulama yang mengatakan kalau nabi Shalat malam tidak lebih dari 11 raka’at, karena yang 2 terakhir dari hadits di atas adalah qobliyah shubuh.  Adapun pendapat Ulama yang mengatakan bahwa tidak perlu mengulangi Shalat witir, beliau-beliau berdasarkan atas hadits: “Tidak ada 2 witir dalam satu malam”. [HR. At Tirmidzi, 470, Abu Dawud,1439, An Nasa’i 1679].

  • Pendapat kedua, tidak memperbolehkan Shalat Sunnah setelah Shalat witir (ganjil), kecuali melaksanakan Shalat 1 raka’at, kemudian melakukan Shalat sunnah lagi, (semisal Tahajud, dsb). Pendapat ini berdasarkan hadits: “Jadikanlah akhir dari Shalat malam kalian dengan witir.” [HR. Bukhari, 998, dan Muslim, 751].

Jadi, ketika kita ingin melaksanakan Shalat sunnah (segala Shalat sunnah) setelah melaksanakan Shalat witir, maka kita disuruh melakukan Shalat sunnah 1 raka’at terlebih dahulu, agar bilangannya tidak witir (ganjil), agar tidak bertentangan dengan hadits di atas.

D. Kesimpulan

Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  • tata cara melaksanakan qiyamu Lail dari Rasulullah adalah melaksanakan 11 raka’at, yang mana 3 diantaranya adalah Shalat witir. Dan witirnya bisa di lakukan dengan 2 cara:

Pertama: 2 raka’at salam, kemudian melakukan 1 raka’at lagi disertai salam.

Kedua: melaksanakan 3 raka’at dengan 1 tasyahud dan salam.

  • Adapun hukum Shalat tahajud setelah witir ada 2 pendapat Ulama:

Pendapat pertama: Boleh melaksanakan Shalat sunnah setelah Shalat melaksanakan Shalat witir.

Pendapat kedua: Tidak boleh melaksanakan Shalat sunnah (tahajud) setelah Shalat witir, kecuali menggenapkan witir dengan 1 raka’at, kemudian boleh melaksanakan Shalat sunnah lagi.

Demikian artikel kami tentang masalah hukum Shalat tahajud setelah witir. Semoga bermanfa’at. Mohon Share dengan memberikan Like, Tweet, atau meninggalkan komentar anda dibawah ini, supaya menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz