Hukum Shalat Dhuha Berjamaah

A. Pendahuluan

Shalat Sunnah adalah salah satu dari wadah kita untuk menampung amal-amal kita. Shalat sunnah pun banyak sekali keutamaannya. Begitu pun Shalat Dhuha, Kita sudah sering mendengar keutamaannya. Yang familiar di telinga kita adalah: dengan Shalat Dhuha, maka kita akan dipermudah dalam hal rezeki. Tidak sedikit orang yang mengamalkannya agar dimudahkan rezekinya. Waktu Shalat sunnah Dhuha adalah mulai dari terbitnya matahari bi qodri rumhin (jam 7-an) sampai condongnya matahari ke arah barat. Hukum Shalat Dhuha adalah Sunnah muakkad. Tapi, bagaimana ketika Shalat Dhuha dilakukan secara berjama’ah? Dan apa keutamaannya dan tata caranya?

B. Permasalahan

  • Bagaimana hukum Shalat dhuha berjamaah?
  • Apa keutamaan Shalat Dhuha?
  • Bagaimana tata caranya?

 

Hukum Shalat Dhuha Berjamaah

C. Dalil-dalil dan pendapat para Ulama

  • Diriwayatkan dari ‘Itbaa bin Malik:

“Sesungguhnya Rasulullah ShallaLaah Alaih Wasallam Shalat Dhuha di rumah beliau, maka para sahabat berdiri dibelakang beliau, kemudian mereka Shalat dengan mengikuti Shalat beliau.”  [Fathul Barii, 4/177]

Imam Ibnu Hajar mengatakan, bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Wahb.

Dari hadits di atas, dapat dipahami bahwasanya tidak masalah (mubah) ketika Shalat sunnah Dhuha dilaksanakan secara berjamaah.

  • Imam An Nawawi mengatakan: “Boleh (mubah) melaksanakan Shalat sunnah secara berjama’ah, tetapi alangkah lebih baiknya jika dilakukan sendiri, kecuali Shalat sunnah yang khusus, yaitu: Shalat ‘ied, kusuuf, istisqoo’, begitu pula Shalat tarawih, menurut mayoritas Ulama.” [Syarah Muslim, 3/105]
  • RAsulullah Sallallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Maka Shalatlah wahai para manusia didalam rumah-rumah kalian. Maka sesungguhnya lebih utama-utamanya Shalat yaitu Shalatnya orang dirumahnya, kecuali Shalat maktubah.” [HR. Bukhari, 731]

D. Kesimpulan

Kesimpulan dari hukum Shalat Dhuha berjamaah adalah: diperbolehkan Shalat Dhuha berjamaah, tetapi lebih baik lagi ketika dilaksanakan secara sendiri, kecuali Shalat-Shalat s unnah yang khusus, yaitu: Shalat sunnah ‘Ied, Kusuuf, Istisqoo’, dan juga Shalat Tarawih menurut mayoritas Ulama, seperti pendapat Imam An Nawawi.

 

Keutamaan Shalat Dhuha

 

Banyak keutamaan dari Shalat sunnah Dhuha, diantaranya adalah hadit Nabi SAW berikut iniSetiap pagi adalah:

  • Barang siapa melakukan Shalat Dhuha dengan dilanggengkan, maka Allah akan mengampuni dosanya, walaupun dosanya sebanyak buih lautan. [HR. Tirmidzi]
  • Barang siapa keluar untuk melaksanakan Shalat Dhuha, maka pahalanya seperti pahalanya orang yang melaksanakan umrah. [Shahih At-Targhib, 673]
  • Barang siapa melaksanakan Shalat Dhuha 4 rakaat dan 4 rakaat sebelumnya, maka dia akan dibangunkan rumah di surga. [Shahih Al-Jami’:634]
  • Setiap pagi adalah shadaqah atas setiap ruas anggota badan dari salah satu dari kalian semua. Setiap tasbih adalah shadaqah, dan setiap tahmid adalah shadaqah, dan setiap tahlili adalah Shadaqah, dan setiap takbir adalah shadaqah, dan menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar adalah shadaqah. Dan itu semua dapat dicukupkan dengan 2 rakaat shalat Dhuha. [HR. Muslim]

 

Tata cara Shalat Dhuha

  • Niat Shalat Dhuha. Niatnya adalah: “Ushalli sunnat Ad Duha rak’ataini lillahi ta’aala.”

dalam niat, lafadz niatnya tidak harus seperti diatas, tapi cukup dengan niat yang mempunyai makna yang sama.

  • Takbiratul Ihram (mengucapkan Allahu Akbar)

Di dalam takbirahtul ihram disyaratkan harus minimal dapat didengar oleh yang shalat itu sendiri. Itu pun berlaku untuk semua shalat, agar shalatnya sah.

  • Membaca Iftitah
  • Membaca Al Fatihah
  • Membaca Surat yang ada di Al Quran

Yang lebih utama adalah pada rakaat pertama membaca surah As Syams pada rakaat pertama dan rakaat kedua membaca surat surah Ad Dhuha (menurut Imam suyuthi). Adapun menurut Imam Ibnu Hajar dan Imam Ramli adalah: ketika rakaat pertama membaca surah Al Kaafiruun dan pada rakaat kedua membaca Al Ikhlash

  • Ruku’ dan disunnahkan membaca Tasbih seperti didalam shalat maktubah
  • I’tidal dan disunnahkan membaca Tasbih seperti didalam shalat maktubah
  • Sujud dan disunnahkan membaca Tasbih seperti didalam shalat maktubah
  • Duduk di antara 2 sujud dan membaca doa seperti pada shalat maktubah
  • sujud dan disunnahkan membaca Tasbih seperti didalam Shalat maktubah
  • berdiri menuju rakaat kedua dan dilakukan separti rakaat pertama dan ditambah tasyahud akhir dan salam

Didalam semua rukun Shalat yang berbentuk qouliyah (bacaan/ucapan), minimal wajib didengar oleh mushalli (orang yang Shalat), aar Shalatnya sah.

 

Doa sehabis Shalat Dhuha

Doa ketika selesai Shalat Dhuha adalah:Ya Allah, sesungguhnya dhuha adalah Dhuha engkau, dan keagungan adalah keagunganmu, dan kebagusan adalah kebagusanmu, dan kekuatan adalah kekuatanmu, dan kekuasaan adalah kekuasaanMu, dan perlindungan adalah perlindunganMu. Ya Allah, apabila rizqiku dilangit maka turukanlah, dan apabila di bumi, maka keluarkanlah, dan apabila rizqiku susah, maka mudahkanlah, dan apabila haram, maka sucikanlah, dan apabila jauh, maka dekatkanlah, dengan hak Duha Engkau dan keagungan Engkau, dan kebagusan Engkau, dan kekuatan Engkau, dan kekuasaan Engkau, maka semoga Engkau memberikan hamba sesuatu yang telah Engkau berikan kepada abdi Engkau yang Shalih.

Demikianlah artikel kami tentang pembahasan hukum shalat Dhuha berjamaah, dan semoga bermanfaat bagi kita. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet, atau meninggalkan komentar anda dibawah ini. Terima kasih

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz