Hukum Menggambar Makhluk Hidup Dalam Islam

A. Pendahuluan

Anda suka menggambar atau melukis? Bagi orang-orang yang hobi menggambar, menggambar adalah salah satu cara untuk meluangkan waktu senggang dan dapat mengurangi penat setelah seharian bekerja. Bahkan, bagi yang sudah professional dalam menggambar, menggambar pun bisa dijadikan sarana untuk mendatangkan uang. gambar atau lukisan yang mempunyai kualitas seni yang tinggi akan menarik para kolektor-kolektor lukisan untuk membelinya dengan harga yang tinggi.

B. Permasalahan

  • Bagaimana hukum menggambar makhluk hidup dalam Islam?

C. Dalil-dalil

Dalam menggambar terdapat perbedaan pendapat antara ulama:

  • Pendapat pertama mengatakan tidak boleh menggambar atau melukis gambar yang bernyawa.
  • Pendapat kedua mengatakan tidak boleh menggambar makhluk Allah (bernyawa atau tidak).

Dari kedua pendapat, pendapat pertamalah yang paling kuat. Dan itu pun dikuatkan dengan hadits-hadits berikut ini:

  1. Dari Sa’id bin Abu Al-Hasan, beliau berkata: “Aku pernah di samping Ibnu ‘Abbaas Radhiyallahu ‘Anhu, kemudian datang seorang laki-laki dan berkata pada beliau: Wahai Abu ‘Abbaas, aku adalah orang yang hidup dari hasil karyaku, yaitu menggambar. Lalu beliau (Ibnu ‘Abbaas) berkata: Aku tidak mengatakan sesuatu kecuali apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membuat satu gambar, maka Allah akan menyiksanya hingga dia meniupkan ruh ke gambar itu. Dan dia tidak bisa melakukannya selamanya”. Saking terkejut dan takutnya mendengar ucapan Ibnu ‘Abbaas, laki-laki itu tiba-tiba sulit bernafas sampai menguning wajahnya. Melihat kejadian itu, Ibnu ‘Abbaas kemudian berkata: Celakalah kamu! Kalau kamu menggambar, kamu bisa menggambar pohon dan lainnya yang tidak bernyawa”. [HR. Bukhari: 2112]
  2. Rasulullah bersabda: “Barang siapa menggambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia diminta untuk meniup ruh kegambar tersebut besok di hari kiamat, sedang dia tidak kuasa untuk meniupnya.” [HR. Bukahri]

Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani menyatakan bahwa yang dimaksud gambar dalam hadits-hadits yang menerangkan tentang tashwir adalah gambar makhluk bernyawa, baik lengkap, sebagian, bisa hidup atau tidak dan distilir ataupun tidak, semua terkena larangan dari hadits-hadits. [Ash-Shakhshiyyah Al-Islamiyyah, juz 2, bab tashwir].

D. Kesimpulan

Dari keterangan di atas dan menurut pendapat yang kuat, dapat kita simpulkan bahwa Hukum menggambar makhluk bernyawa adalah haram, baik itu lengkap, sebagian, bisa hidup atau tidak. Larangan menggambar tidaklah mutlak menurut pendapat yang paling kuat. Yang dilarang adalah menggambar makhluk hidup.

Demikianlah sedikit artikel yang menerangkan tentang hkum menggambar makhluk hidup dalam Islam, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet atau komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman jejaring social anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Hukum Menggambar Makhluk Hidup Dalam Islam

  1. Aan says:

    Ada ustad yg bilang kenapa gak boleh, karena dulu di sembah makanya haram, tapi sekarang kalo cuma sekedar gambar dan di taro di buku katanya sih gpp waullahualam juga

  2. Amami Ai says:

    Assalamu’alaikum
    Izin bertanya,saya itu siswa smk dengan jurusan multinedia dan mengharuskan saya untuk banyak belajar membuat animasi. Itu hukumnya bagaimana??

    • Arif Sanjaya says:

      Wa’Alaikum As-Sallam.
      Dari yang saya tahu, hukum menggambar makhluk hidup bisa haram dan bisa juaga boleh. Apabila anda menggambar makhluk hidup yang sekira misalnya gambar itu nyata, ia bisa hidup, maka hukum menggambarnya adalah haram. Contoh: Misalkan anda hanya menggambar kepala manusia, maka itu tidaklah haram, karena manusia umumnya tidak bisa hidup tanpa kepala. Adapun dalilnya saya akan mencoba mencarinya. Semoga bermanfaat. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *