Hukum Mengangkat atau Adopsi Anak dalam Islam

A. Pengertian

Mengadopsi atau mengangkat anak banyak dilakukan oleh masyarakat yang tidak memiliki keturunan. Satu sisi, praktik adopsi anak merupakan tindakan yang mulia karena tidak jarang anak yang diangkat adalah anak yatim piatu yang membutuhkan perawatan, namun di sisi lain, jika salah dalam mengambil sikap, justru akan berakibat pada perbuatan dosa. Ada dua pengertian adopsi atau pengangkatan anak yang berkembang di masyarakat:

  1. Mengambil anak orang lain untuk diasuh seperti anaknya sendiri tanpa memberi status anak kandung kepada anak tersebut.
  2. Mengambil anak orang lain untuk diasuh seperti anak sendiri sampai melekatkan nasab anak tersebut kepada orang tua angkat tersebut sehingga membuat hak-hak keperdataan seperti saling mewarisi, menjadi wali nikah (jika anak tersebut perempuan) dan hak orang tua kandung lainnya.

B. Pokok Masalah

Lalu bagaimana Islam memandang dua model adopsi anak sebagaimana diuraikan dalam pengertian di atas?

C. Dalil-Dalil

Al-Qur’an:

  • Surah al-Ahzab ayat 37:
    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
  • Surat al-Maidah ayat 2:
    … Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
  • Surat al-Dahr ayat 8:
    Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

D. Pembahasan

Dalam Islam pengangkatan anak yang dibenarkan adalah sebagaimana dalam pengertian pertama, yaitu tidak melekatkan nasab kepada anak angkat sehingga hukumnya tidak mempengaruhi kemahraman dan kewarisan. Hal ini dipahami dari dalil surah al-Ahzab ayat 37, dimana asbabun nuzulnya adalah ketika Nabi saw diperintah Allah saw untuk menikahi Zainab yang merupakan bekas isteri dari anak angkatnya yang bernama Zaid.

Islam memang mengakui bahwa pengangkatan anak adalah hal yang mulia karena sama halnya menolong anak-anak yang membutuhkan pertolongan apalagi anak yatim piatu. Hal ini sebagaimana Anjuran Allah swt melalui surat al-Maidah ayat 2 dan surat al-Dahr ayat 8.

Namun meskipun adopsi anak adalah perbuatan yang mulia, harus dipahami bahwa ada batas-batas yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar. Seperti karena tidak mempengaruhi kemahraman, maka tidak dibenarkan jika anak tersebut sudah baligh diperlakukan seperti anak sendiri karena biar bagaimanapun ia bukanlah mahram (di Indonesia sering disebut muhrim).

Klik untuk share:
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

3 Comments on "Hukum Mengangkat atau Adopsi Anak dalam Islam"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
umroh desember
Guest

Bagus artikelnya dan saya suka tulisan Anda karena sangat membantu Para Pembaca seperti sy yang masih belajar .

Promo Umroh Desember
Terima kasih
oleh : Wasbir21

lily
Guest
Assalamu’alaikum… Saya mau tny tentang apkh hukumnya mengadopsi adik sendiri(seayah lain ibu).ayah saya menduda setelah ibu saya meninggal lalu beberapa tahun kemudian menikah siri di usia 65 tahun dengan seorang janda yg usianya 64 tahun.setelah hampir setahun ternyata ibu tiri saya hamil.saya kaget karena selama ini sdh bertahun tahun ibu tiri saya ternyata sudah menopause.saya kasihan dg ayah dan ibu tiri saya yang sudah tua tapi akan punya anak lagi.sedangkn sy sudah hampir 8 tahun menikah blm dkruniai keturunan.niat saya jika anak tersebut lahir(bs dsebut adik saya seayah lain ibu)mau saya adopsi sbg anak angkat.alasan saya lainnya ingin mengadopsi sbg… Read more »
Muhammad Syafiudin Ridlo
Guest
Muhammad Syafiudin Ridlo
assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuhu maaf mbak lily, kalo menurut pengetahuan yg saya dapat dr ustadz saya yg demikian tidak boleh.karena agama islam telah melarang adopsi dg menasabkan adik mbak lily sebagai anak. karena ada hal yg ditakutkan terjadi setelah mbak lily mengadopsi adik itu: 1. menasabkan adik tsb sebagai anak mbak lily adalah suatu kebohongan. apalagi jika sampai tertulis di akte kelahiran, maka dosa kebohongan tsb akan terus mengalir. dosa tsb dikarenakan mbak lily mengaku sebagai ibunya, sedangkan adik tsb punya wali yg hakiki. 2. jika sudah terjadi adopsi dan dia ternyata perempuan, dan adik tsb sudah dewasa, dan tinggal serumah… Read more »
wpDiscuz