Hukum Memutuskan Tali Silaturahmi

A. Pendahuluan

Silaturahmi adalah wadah bagi kita agar hubungan kita dengan keluarga dan saudara kita tetap harmonis. Tidak hanya keluarga dan saudara. Dengan silaturahmi juga dapat membuat rizki lapang dan memanjangkan umur kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallambersabda: “Barang siapa ingin dilapangkan rizkinya atau dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi.” (muttafaqun ‘Alaih). Ironisnya, banyak orang yang memutuskan tali silaturahmi sesama muslim. Mereka tidak memikirkan akibat dari memutuskan tali silaturahmi. kita sering mendengar atau melihat sesama saudara sendiri tidak saling menyapa bahkan sampai adu mulut dan adu jotos. Mungkin karena ego mereka yang terlalu tinggi sehingga mereka anti untuk mengalah meminta maaf terlebih dahulu, sehingga kadang pertengkaran mereka sampai ke anak cucu. Banyak yang memutuskan tali silaturahmi sesama muslim,

 

B. Permasalahan

  • sebenarnya, bagaimanakah hukum memutuskan tali silaturahmi dalam Islam?

 

C. Dalil-dalil

Hukum memutuskan tali silaturahmi:

  • Firma Allah SWT: “Maka apa kiranya jika kamu berkuasa akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan silaturahmi? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah, dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan mata mereka.” [QS. Muhammad: 22-23]

Didalam ayat tersebut, Allah melaknat orang-orang yang melakukan pengrusakan di bumi dan orang-orang yang memutuskan silaturahmi. Allah membuat tuli telinga mereka, dan membutakan mata mereka. Yang dimaksud dengan tuli dan buta dalam ayat di atas adalah: Mereka mendengar tentang suatu kebaikan tetapi seperti tidak mendengar, ibaratnya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Dan Allah membutakan mata hati mereka.

  • Firman Allah: ” Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, yang dengan namaNya kamu meminta-minta, dan peliharalah silaturrahim” [QS. An-NIsa’: 1]

Ibnu Al-Arabi menafsiri ayat di atas bahwa, yang dimaksud dari ayat di atas adalah: “Dan takutlah kepada Allah dalam melakukan dosa terhadapNya, dan takutlah untuk memutuskan tali silaturrahim.”

  • Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah binĀ  Auf, beliau berkata: ” Pada suatu sore pada hari Arafah, saat kami (para sahabat) duduk mengelilingi Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, tiba-tiba Rasulullah allallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Apabila di dalam majlis ini ada yang memutuskan tali silaturahmi, maka berdirilah, jangan duduk bersama kami.”
  • Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah bersilaturahmi.” (Muttafaqun ‘Alaih)
  • Hadits riwayat Abu Hurairah RA, beliau berkata: ” Ada seorang laki-laki yang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan laki-laki itu berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, aku mempunyai keluarga , dan ketika aku berbuat baik kepada mereka, mereka berbuat jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, padahal aku telah bermurah hati kepada mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Jika demikian, maka seolah-olah kamu memberi makan mereka dengan bara api. Dan pertolongan Allah akan selalu senantiasa menyertaimu selama kamu begitu (berusaha bersilaturahmi).” [HR. Muslim]

 

D. Kesimpulan

Dari dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum memutuskan tali silaturahmi adalah haram. Bahkan akibat dari memutuskan tali silaturahmi, Allah telah melaknat orang-orang yang memutus tali silaturahmi (dalam Al-qur’an surat Muhammad: 22-23), dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tidak mau duduk bersama orang yang memutuskan silaturahmi. Bahkan orang yang memutuskan tali silaturahmi tidak bisa masuk surga. Diriwayatkan dari Jaabir bin Muth’imin RA, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang yang memutus. Yang dimaksudkan adalah memutuskan tali silaturahmi.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Wallahu A’lam

Demikian sedikit ulasan tentang hukum memutuskan tali silaturahmi dalam Islam, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet, atau memmberikan komentar di bawah ini. Terima kasih

Klik untuk share:
Tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz