Hukum Memotong Rambut Dan Kuku Pada Saat Haid

A. Pendahuluan

Merawat tubuh adalah saperti kewajiban bagi orang dewasa masa kini. Dengan tubuh yang terawat, maka akan terlihat sedap dipandang oleh orang lain. Salah satu perawatan yang sering dilakukan adalah memotong rambut dan kuku, terutama bagi wanita yang memang dituntut untuk tampil cantik dan rapi. Bahkan bagi wanita yang berkantong tebal, agar hasilnya lebih maksimal, mereka memotongnya di salon-salon kecantikan tanpa memandang waktu.

B. Permasalahan

  • Bagaimana hukum memotong rambut dan kuku pada saat haid?

C. Dalil-dalil

  • Imam Al-Ghazali di dalam kitabnnya Ihya’ Ulumuddiin berkata: “Sebaiknya jangan memotong kuku, mencukur rambut kepala, mencukur rambut kemaluan, atau mengeluarkan darah, atau memotong anggota badan dalam keadaan junub, karena besok di akhirat semua anggota badan akan dikembalikan lagi, sehingga menyebabkan kembalinya dalam keadaan junub.”

Pendapat ini diDhoifkan oleh para Ulama. Alasan dari Ulama-ulama tersebut ialah: Jika anggota tubuh yang dulu tumbuh di dunia dikembalikan, maka bayangkan ketika dikembalikan lagi di akhirat (semisal rambut kepala).

  • Syekh Ibnu Utsaimin, ketika ditanya apakah haram menyisir rambut dan memotong kuku pada saat haid menjawab: “Itu tidak benar. Orang haid boleh menyisir rambut dan memotong kuku”. Bahkan beliau berkata bahwa, pendapat yang mengatakan bahwa wanita tidak boleh mandi, tidak boleh menyisir rambut, tidak boleh menyentuh kepala, dan tidak boleh memotong kuku saat haid itu tidak ada asalnya (tidak berdasar). [Fatawa Az-Zinah Wal Mar’ah, soal no. 9]

menyisir rambut disamakan dengan memotongnya, karena dengan menyisir rambut, maka kemungkinan besar rambut akan rontok/patah.

  • Dalam kitab fatawa Al-Kubra dijelaskan: “Dan aku tidak mengetahui atas makruhnya menghilangkan rambut bagi orang yang sedang junub dan menghilangkan kukunya dalam dalil Syar’i, akan tetapi, sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah berkata kepada orang yang masuk Islam: Jatuhkanlah (hilangkan) darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah. Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang masuk Islam untuk mandi, dan tidak menyuruh untuk mengakhirkan khitan dan menghilangkan rambut dan mendahulukan mandi. [Fatawa Al-Kubra: 1/275]

Keterangan di atas menyebutkan bahwa, tidak adanya dalil syar’i yang menerangkan bahwa menghilangkan rambut dan memotong kuku dimakruhkan, apalagi diharamkan. Dan nabi menyuruh orang yang masuk Islam untuk mengakhirkan menghilangkan rambut dan berkhitan. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak menyuruh agar mandi dulu terus menghilangkan rambut dan berkhitan.

D. Kesimpulan

Dari keterangan-keterangan di atas, disimpulkan bahwa hukum memotong rambut dan kuku pada saat haid tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan, Bahkan itu tidak ada dalil syar’i yang menerangkannya.

Wallahu A’lam

Demikian sedikit ulasan tentang masalah hukum memotong rambut dan kuku pada saat haid, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet, atau memberikan komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman-teman jejaring sosiakl anda. Terima kasih

Klik untuk share:
Tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz