Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk

A. Pendahuluan

Cicak, semut, tikus, dan nyamuk adalah salah satu binatang yang sangat meresahkan bagi masyarakat. Kita tahu kalau Cicak sering buang kotoran di lantai, apalagi lantai masjid, sehingga menjadikan lantainya najis. Semut sering kali mengerubungi makanan atau minuman kita, sehingga sering kita lihat di tempat makanan dan gelas minuman kita terdapat semut, dan itu sangat menjengkelkan. Sedangkan tikus adalah musuh bebuyutan para petani. Tidak jarang tanaman para petani mati karena diserang hama ini. Adapun nyamuk, kita sering mengalami tidak bisa tidur, gatal-gatal, dan bentol-bentol gara-gara hewan yang satu ini.

B. Permasalahan

Bagaimanakah hukum membunuh cicak, semut, tikus, dan nyamuk?

C. Dalil-dalil

Hukum membunuh Cicak

  • Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dalam sekali pukul, maka ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dalam dua kali pukulan kurang dari itu (seratus kebaikan), dan dalam tiga kali pukulan, kurang dari itu.” [HR. Muslim]

Hadits di atas adalah dalil dibolehkannya kita untuk membunuh cicak, dengan membunuhnya kita mendapatkan pahala seratus kebaikan. Bahkan tujuh kesalahan kita akan terhapuskan. Cicak adalah binatang yang jahat. Nabi bersabda: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menamainya dengan nama Fawaisiqo (Binatang jahat)” [HR. Muslim].

Cara membunuh cicak sebisa mungkin sekali bunuh, agar ditulis seratus kebaikan.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah muslim mengatakan: “Para Ulama sepakat bahwa bahwa cicak adalah hewan kecil yang mengganggu.”

Hukum membunuh Semut dan Tikus

  • Diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Lima hewan jahat, yang boleh dibunuh di tanah Haram:Gagak, dan rajawali, dan anjing galak, dan kala jengking, dan tikus.” [HR. Bukhari dan Muslim]
  • Dari Ibnu ‘Abbaas Radhiyallahu Anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencegah dari membunuh empat hewan: Semut, lebah, burung hud-hud, dan burung Shurad.” [HR. Abu Dawuud: 2490]

Kedua hadits di atas secara jelas menerangkan hukum membunuh semut dan tikus. Pada hadits pertama, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memperbolehkan untuk membunuh tikus. Pada hadits kedua, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang untuk membunuh semut. Cara membunuh hewan adalah dengan membunuh dengan bagus dan jangan disiksa. Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk berlaku baik atas segala sesuatu. Maka, apabila kamu ingin membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang bagus. Dan apabila kamu akan menyembelih, maka bagusilah cara penyembelihannya.

Hukum membunuh nyamuk

Imam Suyuthi mengkelompokan binatang menjadi 4, yaitu:

  1. Binatang yang ada manfaatnya dan tidak berbahaya, maka boleh dibunuh
  2. Binatang yang berbahaya dan tidak mempunyai kemanfaatan, maka dianjurkan (sunnah) untuk dibunuh, seperti ular
  3. Binatang yang mempunyai manfaat, tapi di sisi lain berbahaya, maka tidak dianjurkan dibunuh dan tidak dimakruhkan untuk dibunuh, seperti elang
  4. Binatang yang tidak mempunyai manfaat dan tidak berbahaya, seperti ulat, maka tidak diharamkan membunuh, tidak pula dianjurkan.

Nyamuk adalah hewan yang tidak ada kemanfaatan bagi manusia, bahkan membahayakan kesehatan manusia, seperti malaria, dll. Oleh itu, nyamuk masuk pada kelompok binatang yang berbahaya dan tidak mempunyai kemanfaatan (no. 2) , sehingga boleh (sunnah) untuk dibunuh.

D. Kesimpulan

Hukum membunuh cicak, tikus, dan nyamuk diperbolehkan, bahkan, Khusus dalam membunuh cicak, akan berpahala, yaitu ditulis untuk kita seratus kebaikan. Sedangkan membunuh semut adalah tidak diperbolehkan karena adanya hadits yang secara jelas mencegah untuk membunuhnya.

Wallahu A’lam

Demikianlah sekilas pembahasan tentang masalah hukum membunuh cicak, semut, tikus dan, nyamuk, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet, atau komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk

  1. ludin says:

    aslm,saya sangat merasa bersalah telah membunuh tikus utaz dalam hati setelah membunuhnya saya menjadi sedih dan merasa bersalah bagamana itu usta

  2. ludin says:

    bagaimana hukumnya tidak menhormati mertua yang tidak pernah sholat dan puasa ramadhan, keras kepala dia merasa paling hebat dan mertua tersebut tidak pernah mengahargai apa yang telah dia lakukan oleh menantunya tersebut

  3. Sarizzan says:

    Bagi saya ustaz, saya merass kasihan sekali bila ingin membunuh seekor binatang (sedih). Nyamuk memang sudah biasa dibunuh kerana mengganggu ketenteraman

    • Arif Sanjaya says:

      buat sarrizan, merasa kasihan terhadap binatang itu bagus, akan tetapi kita juga harus tetap mengutamakan ridho Allah SWT, seperti menjalankan sunnah-sunnahnya seperti membunuh tikus. Jangan merasa kasihan membunuh binatang yang dianjurkan oleh agama saudaraku.

  4. jackahmadseparo says:

    aku sangat jengkel sekali pada cicak bukan hanya sekali bahkan sudah berkali kali cicak sudah mengotori kepalaku
    apakah di setiap kali melihat cicak aku boleh membunuh nya meskipun si cicak tidak mengotori kepalaku

  5. muhamad says:

    Bodoh

  6. muhamad says:

    Bodoh… smua binatang adalah ciptaan Tuhan… ap kh Tuhan kurang kerjaan hingga nyuruh manusia hrs bunuh binatang…

  7. muhamad says:

    Ikutilah ajaran yg benar… knp hrs ikut ajaran yg sesat… ap kh utk mndptkn pahala itu kita hrs bunuh binatang… ini kn ajaran sesat… ky tdk ad krjaan aja…

    • Hamba ALLAH 2 says:

      dasar nama samaran abal2,,
      klo kmu muslim pasti percaya & mengimani smua ajaran dari Nabi Muhammad,,tp klo kmu KAFIR yaa emg gak bakal percaya sama ajarannya Nabi Muhammad!!
      kyknya emg ajaranmu yg lebih sesat!!

  8. Denbagus says:

    Mas diatas saya kayaknya herbivora

  9. Prima Sudiro says:

    Kalo mas yang mengakuĀ» “Muhamad” itu orang yang benar kenapa harus menyamarkan nama Nasrani nya. Janganlah menjadi seorang pengecut. Dan menyesatkan orang lain dengan memfitnah orang lain sesat. Saya rasa di Injil yang manapun gak ada perintah menghina dan memfitnah orang lain yang manapun Juga, jadi sebenarnya Anda beragama apa?

  10. hamba Allah says:

    Bunuh saja cicak walaupun dia tidak mengganggu. Karena ada di hadist dan cerita nabi juga

  11. Anonymous says:

    Aduh kan disana dijelaskan.binatang yg dianjurkan,diprrbolehkan,dan dijangan dibunuh.nah terserah kalau mau dilaksanakn nggak nya mah.cuman rosulullah memberi tahu mana yang boleh mana yang gak boleh dan mana yg dianjurkan.

  12. Muhammad Shalih says:

    Saya setuju dgn mas prima, ada yg sengaja menyamarkan namanya, udah gitu pake nama muhamad lg.. Klo dia meyakini hadits2 yg telah dibeberkan mka dia akn lbh tau alasan2 apa sehingga bgtu.. Jadi mas yg menyamarkan nma dgn nma islam.. Hati2 lah!!!

  13. AL SUFI KHIDIR says:

    bukan islam tu,…nulis muhammad aja udah salah kok muhammad m nya 2 doang

  14. Anonymous says:

    Muhamad palsu tuh

  15. ukas jaseng says:

    Mas yg bdoh itu anda
    kyk gak bsa bca n gak prnah ornah bca sjrah.

  16. budi says:

    Mas muhamad yg bilang bodoh di atas tuh, hati” ya kalau bilang sesat..membunuh cicak tuh ada hadits dari Rosulullah SAW….Seenaknya bilang sesat…Bukan Rosulullah yg sesat Kamu yg sesat…

  17. budi says:

    #Muhamad di atas yg bodoh pikir” lagi kalau bilang sesat ya..Jangan” kamu lagi menyamar dengan make’ nama muhamad..padahal mungkin nama kamu satimin atau paimin atau tukimin alias sukimin..

  18. Gading says:

    Semut itu tidak boleh dibunuh. Coba cermati lagi hadits nya yang menerangkan ttg semut di atas. Saya harap artikel ini segera diperbaiki agar tidak menyesatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *