Hukum Membuat Patung Dalam Islam

A. Pendahuluan.

Anda pernah ke Bali? Selain pantainya yang indah-indah, disana juga terkenal dengan banyaknya patung. Tidak mengherankan memang, karena disana juga banyak para pembuat patung yang juga juga profesional. ada patung yang dijadikan aksesoris seperti gantungan kunci, gantungan kalung dan sebagainya. Dan ada juga yang dijadikan souvenir untuk oleh-oleh atau sebagai cindera mata. Di bali, banyak macam patung yang dapat dijadikan oleh-oleh.

B. Permasalahan.

Sebenarnya, bagaimanakah hukum membuat patung dalam Islam?

C. Dalil-dalil.

Tentang hadits membuat patung:

  1. Dari Aisyah RA, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam datang dari safar. Saat itu, sungguh aku menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok. Kain itu terdapat gambar-gamba. Maka, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melihat hal itu, beliau merusaknya dan beliau berkata: Manusia yang paling berat siksaannya besok pada hari kiamat adalah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah. Aisyah RA berkata: Maka kami menjadikan kain itu menjadi satu bantal atau dua bantal.” [HR. Bukhari: 5954 dan Muslim: 2107].
  2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya para pembuat gambar ini akan disiksa besok pada hari kiamat. Maka, dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah sesuatu yang telah kalian ciptakan (buat).” [HR. Bukhari: 2105 dan muslim: 2107].

Shurah atau gambar terbagi menjadi dua, yaitu: dua dimensi dan tiga dimensi (patung). jumhur Ulama dari kalangan Syafi’iyyah, Hanabilah dan Hanafiyyah berpendapat bahwa menggambar shurah hukumnya haram. Bahkan, Imam Nawawi mengatakan bahwa keharaman itu adalah ijma’ (kesepakatan) para Ulama.

Adapun membuat patung atau menggambar yang hanya kepalanya saja (tidak ada tubuhnya), menurut kalangan syafi’iyyah yang pendapatnya kuat adalah haram. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Gambar itu adalah kepala. Maka, ketika kepala itu di putus, maka bukanlah gambar.” [HR. Al-Baihaqi]. Syaikh Al-Albani di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah: 1921 menyatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits shahih.

D. Kesimpulan.

Dari dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa menggambar atau membuat patung hukumnya adalah haram dan perbuatan itu adalah menandingi ciptaan Allah SWT.

Demikianlah artikel kami yang berhubungan dengan hukum menggambar patung dalam Islam, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet atau komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman-teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *