Hukum Memakai Behel Gigi

Kecantikan dan keindahan adalah dambaan semua orang. Dengan kecantikan dan keindahan, orang akan merasa lebih percaya diri (PD). Banyak cara untuk merubah tampilan menjadi tampak indah dan sedap dipandang oleh orang lain, yang salah satunya adalah memakai behel gigi atau juga disebut kawat gigi, terutama bagi orang yang tonggos atau orang jawa biasa menyebutnya merongos. Biaya memakai behel gigi sangat mahal, itu belum termasuk biaya untuk kontrol setiap bulan. Namun, meski demikian, demi untuk keindahan penampilan, mereka berani merogoh kocek dalam-dalam. mungkin karena mereka merasa tidak PD dengan gigi mereka yang tonggos. Mereka separti tidak memperdulikan dahulu, bagaimanakah hukum memakai behel gigi.

B. Permasalahan

  • Sebenarnya, bagaimanakah hukum memakai behel gigi?

C. Dalil-dalil

  • “Dan aku (syetan) sungguh akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), maka sungguh mereka benar-benar mengubahnya”. [QS. An-NIsa’: 119]
  • “Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melaknat perempuan yang mencabut alisnya, dan merapikan gigi agar terlihat indah. mereka merubah ciptaaan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]
  • Syekh Ibnu Utsaimin ketika ditanya tentang masalah hukum memperbaiki gigi, beliau menjawab bahwa: “Jika tujuannya untuk mempercantik dan memperindah, maka hukumnya haram. Namun, jika bertujuan karena menghilangkan cacat di gigi, maka diperbolehkan.
  • Syekh Shalih Al-Fauzan berkata: “Adapun kalau bertujuan untuk pengobatan, atau untuk menghilangkan gigi yang jelek, atau adanya kebutuhan untuk melakukan pengobatan, seperti gigi tidak dapat untuk mengunyah makanan kecuali memperbaikinya dan menatanya, maka diperbolehkan memperbaikinya.” [Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah]

Dari dalil-dalil dan pendapat para Ulama di atas, dapat dipahami bahawa hukum memperbaiki gigi, apabila bertujuan untuk mempercantik atau memperindah, maka haram, dan jika bertujuan karena pengobatan, atau giginya jelek (cacat), maka diperbolehkan.

Wallahu A’lam

D. Kesimpulan

Hukum memakai behel gigi, sama dengan hukum memperbaiki gigi, karena behel gigi termasuk salah satu alat untuk memperbaiki gigi. Sedangkan hukum dari memperbaiki gigi dilihat dari dalil-dalil di atas adalah: “jika bertujuan untuk mempercantik dan memperindah gigi, apalagi hanya mengikuti trend, maka hukumnya haram. Dan jika bertujuan untuk pengobatan, seperti gigi tidak rata, sehingga tidak bisa dibuat mengunyah makanan, maka hukumnya diperbolehkan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang hukum memakai behel gigi, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet, atau memberikan komentar anda di bawah ini. Terima kasih

Tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz