Hukum Meletakan Nama Suami Dibelakang Nama Istri

A. Pendahuluan

Kita sering mendengar nama semisal ibu budi, ibu sulistyo, dan masih banyak lagi seorang istri yang dipanggil dengan nama laki-laki. Sebenarnya, itu bukan nama mereka, melainkan nama suami mereka. Memanggil wanita dengan memakai nama suami mereka sudah sering kita dengar, dan itu sudah menjadi kebiasaan orang-orang Indonesia, terutama daerah jawa. Saat memanggil wanita dengan nama suaminya, maka orang-orang akan tahu bahwa mereka telah bersuami. Bahkan ada yang menambahkan nama suami dibelakangnya.

B. Permasalahan.

Bagaimanakah hukum meletakan nama suami dibelakang nama istri?

C. Dalil-dalil.

  1. Allah berfirman: “Allah tidak menjadikan seseorang dua buah hati dalam rongganya dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu dzibar sebagai ibumu. Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu. Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulut saja. Dan Allah berfirman yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan yang benar. Panggilah mereka (anak-anak angkat) dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang adil di sisih Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka panggilah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa terhadap apa yang kamu khilaf terhadapnya, tetapi (yang berdosa) apa yang di sengaja dihatimu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” [QS. Al-Ahzab: 4-5].

    Ayat di atas diturunkan bekenaan saat Zaid bin haritsah di angkat anak oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Ia dinisbatkan kepada Nabi SAW dan Allah menegurnya dengan mewahyukan ayat di atas.

  2. Dari Sa’d, berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu “alaihi Wa Sallam bersabda: Barang siapa menisbatkan dirinya kepada selain ayah kandungnya, padahal ia tahu bahwa itu bukanlah ayah kandungnya, maka surga diharamkan baginya.” [HR. Bukhari].

    Dalil-dalil di atas adalah hujjah haramnya menisbatkan diri kepada selain ayah kandungnya. Nisbat adalah legalitas hubungan kekeluargaan yang berdasarkan pertalian darah, sebagai salah satu akibat dari pernikahan yang sah.

Lalu, apakah menambahkan nama suami dibelakang nama istri juga masuk katagori nisbat dalam syara’? Untuk mengetahuinya adalah dengan mencari alasan kenapa istri meletakkan nama suami dibelakang namanya. Jika alasannya adalah menisbatkan istri dengan suaminya sama seperti kasus yang kita bahas, maka hukumnya adalah haram. Namun, jika hanya sebatas adat atau kebiasaan suatu daerah yang memakai atau menggunakan nama suami dibelakang nama mereka, maka tidak termasuk dalam apa yang dimaksud dalil-dalil di atas. Jika pun haram itu bukanlah karena dalil-dalil di atas.

Wallahu A’lam

Demikianlah artikel yang membahas tentang hukum meletakkan nama suami dibelakang nama istri. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet atau komentar anda di bawah ini, agar menjadi referensi bagi teman-teman jejaring sosial anda. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *