Hukum Melayat Orang Meninggal Dunia Dalam Islam

A. Pendahuluan

Sudah tak asing lagi bagi kita ketika ada orang yang meninggal banyak orang-orang yang berbondong-bondong melakukan Ta’ziyah  untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan mayit dan juga agar mengurangi beban mereka, sehingga mereka dapat kuat menerima takdir yang telah digariskan oleh Allah Subhaana Wa Ta’aalaa. Namun, banyak yang masih belum tahu hukum dari Ta’ziyah itu sendiri bagaimana.

B. Permasalahan

Bagaimanakah Hukum Melayat Orang Meninggal Dunia Dalam Islam?

C. Pembahasan

  1. Definisi Ta’ziyah
    Ta’ziyah atau yang disebut juga melayat dalam bahasa kita, menurut lughat (bahasa) adalah mashdar dari fi’il (kata kerja) ‘aza yang mempunyai arti sabar menghadapi musibah kehilangan (Lihat: Mukhtaru Ash-Shihah: 431).
    Sedangkan menurut bahasa adalah: memberi semangat orang yang tertimpa musibah agar hendaknya bersabar dan menghiburnya agar supaya bisa melupakannya dan meringankan beban kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya. (Kitab Al-Adzkar: 126)
  2. Hukum Berta’ziyah
    Imam Ibnu Qudamah mengatakan bahwa hukum berta’ziyah adalah sunnah (Al-Mughni: 3/480).
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Barang siapa ta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti orang yang didapat orang tersebut”. (HR. At-Tirmidzi, 2: 268. Beliau berkata bahwa hadits ini gharib/perawinya hanya satu. Hadits ini tidak Marfu’ (tidak sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam), kecuali dari jalur Adi bin Ashim).
  3. Hukum melayat orang non Muslim atau kafir.
    Untuk masalah melayat orang Non muslim, seperti orang kristen, hindu dan agama selain Islam, ulama berbeda pendapat tentang masalah kafir Dzimi (orang kafir yang tidak memerangi orang Islam). Sebagian dari Ulama Hanafiyyah dan Ulama Syafi’iyyah ada yang memperbolehkannya (kitab Al-Majmu’, 5: 304). Sedangkan Imam Ahmad memilih untuk Tawaqquf (tidak berkomentar). (Kitab Al-Mughni, 3:486).
  4. Adab dalam melayat
    • Tidak Mencela Mayyit.
      Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah mati. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka lakukan.” [HR. Al-Bukhari, No. 6516]
    • Menyegerakan Pengurusan Jenazah.
      Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Menyegerakanlah kalian dengan jenazah. Apabila jenazah tersebut orang yang sholih, maka itu bagus, kalian telah mempercepat kebaikan untuknya…” [HR. Al-Bukhari, No. 1315].

D. Penutup

Demikianlah sedikit ulasan tentang hukum melayat orang meninggal dunia dalam Islam, semoga bermanfaat. Mohon share dengan memberikan Like, Tweet atau komentar Anda di bawah ini agar menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih

Klik untuk share:
Tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

7 Comments on "Hukum Melayat Orang Meninggal Dunia Dalam Islam"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Anonymous
Guest

Alhamdulillah,, terimakasih pa ustad atas kajian nya
Ini sangatlah bermanfaat sekalibbagi saya..

Anonymous
Guest

Terimakasih atas infonya Ustadz

Hasan Asy`ari
Guest

maaf ustad bagaimana caranya kita jika kita bertemu dengan orang yang mengharamkan akan berziarah kubur apakah kita harus melawanya pakai dalil atw biarkan saja

Bagas
Guest

Kalo misal kita kos, selang 1 hari ada yg meninggal di samping rumah kos, apakah boleh mengunjunginya ? Meskipun belum kenal keluarganya ?

saiful
Guest

Pak ustad bagai mana kalau orang datang melayat Hany main kartu atau domino apa hukumny

saiful
Guest

Asalamu alaikum pak ustad,,, apa hukumnya bagi yang datang melayat malam di kedukaan hanya main kartu atau hanya main domino,,

wpDiscuz