Hukum Makan Swike Dalam Islam

A. Pendahuluan

Makanan indonesia terkenal dengan banyaknya pilihan menu makanannya, salah satunya yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu swike. Makanan yang satu ini memang banyak digemari oleh banyak orang dan hal itu sudah cukup untuk mewakili betapa enaknya makanan yang satu ini. Tapi sudah tahukah anda terbuat dari apa swike itu? Lalu, bagaimanakah hukum memakan swike tersebut? Hal ini mengingat syariat islam sangat memperhatikan masalah asupan makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Mengingat pentingnya masalah tersebut, kami tergerak untuk membahas masalah makanan yang satu ini agar kita sedikit banyak tahu bagaimana hukum memakan swike tersebut menurut islam. Selamat membaca

B. Permasalahan

Pengertian:

Swike atau swikee adalah masakan tionghoa indonesia yang terbuat dari paha kodok. Hidangan ini dapat didapati dalam bentuk sup, di goreng kering atau di tumis. Istilah swike berasal dari dialek hokkian, sui (air) dan ke (ayam) yang merupakan kata penghalusan untuk menyebut kodok sebagai air ayam. Makanan satu ini biasanya dikaitkan atau dihubungkan dengan purwodadi. Bahan utama makanan ini adalah kaki kodok (biasanya yang dipakai adalah kodok hijau) dengan bumbu bawang putih, jahe, tauco, garam dan lada. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan daun sledri di atasnya dan biasanya disajikan dengan nasi putih.

Sumber: Wikipedia

C. Hukum makan swike/kodok

Melihat definisi dari swike sendiri yang mana bahan utama pembuatannya memakai daging kodok, maka hukum makan swike dalam islam adalah haram. Alasan diharamkannya makan swike dikarenakan diharamkannya makan daging kodok. Kodok dalam bahasa arab adalah dhifdho’ (lihat kamus). Kodok dalam islam dikategorikan sebagai binatang yang hidup di air yang mencari makan di darat dan air (lihat Haasyiyyah I’anatu Al thaalibiin cetakan Daarulkutub juz 2 halaman 587). Memang dalam hadits sudah jelas dijelaskan bahwa binatang di air halal bahkan bangkainya juga halal, namun imam Al Nawawi didalam kitabnya Al Majmu’ berkata: Al Shahih dan Al Mu’tamad, sesungguhnya semua binatang yang berada di air itu halal bangkainya kecuali Dhifdho’. Pernyataan imam Al Nawawi dikuatkan dengan menuqilnya ibnu Al shi/shobagh (penulis ragu masalah harakat antara shi atau sho) dari sahabat-sahabat akan halalnya semua binatang di air kecuali dhifdho’ (Haasyiyyah I’anatu Al thaalibiin cetakan Daarulkutub juz 2 halaman 588-589). Tidak hanya kodok, tapi binatang yang hidup di air yang mempunyai bisa racun juga diharamkan karena tentunya berbahaya untuk kesehatan bagi orang yang menkonsumsinya.

D. Kesimpulan

Hukum makan swike dalam islam adalah haram apabila bahan utamanya menggunakan daging kodok, dikarenakan makan daging kodok atau dalam bahasa arab terkenal dengan dhifdho’ hukumnya adalah haram seperti yang telah diterangkan oleh imam Al Nawawi didalam kitabnya Al Majmu’. Keterangan imam Al Nawawi ini juga dikuatkan oleh nuqilan ibnu sho/shibagh dari para sahabat. Jadi, makan swikee tidak mutlak haram, asalkan bahan-bahannya tidak dari perkara yang diharamkan oleh syariat. Kita bisa mengganti daging kodok dengan daging bebek misalnya, sehingga jadi swikee bebek. Tentunya selain halal juga enak.

E. Penutup

Demikianlah pembahasan hukum makan swike dalam islam, semoga bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akherat, amiin. Bantu share dengan Like, tweet atau komentar anda di bawah ini agar dapat menjadi referensi bagi teman jejaring sosial anda. Terima kasih

Klik untuk share:
Tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of