Apakah doa kepada orang yang meninggal bisa sampai?

A. Pendahuluan.

Artikel ini merupakan lanjutan bahan diskusi pada artikel sebelumnya, yaitu: “Tahlilan, bid’ah atau ibadah“. Sebagian orang berpendapat bahwa tahlilan tidak boleh karena Nabi saw dianggap tidak pernah melakukan itu, sehingga hukumnya bid’ah. Terlebih salah satu hajat diadakannya tahlilan adalah untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. Padahal dikatakan bahwa doa orang yang meninggal sudah putus amalnya, dosa dan pahalanya pun telah berhenti.

B. Dalil-Dalil.

  • Surah Al An’aam (6) : 164
    Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[526]. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
  • Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
    Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.

C. Pendapat Ulama.

  • Imam al-Qurtubi berpendapat: Imam Ahmad bin Hanbal RA berkata. “Apabila kamu berziarah ke pemakaman, maka bacalah surat AL-fatihah, Al-mu’awwidzatain, dan surat Al-iklash. Kemudian haidahkanlah pahalanya kepada ahli kubur. Maka sesungguhnya pahala tersebut sampai kepada mereka” (Mukhtashar Tadzkirat Al-Qurthubi 25)
  • Ibnu Taimiyah menyatakan: “Syaikul Islam Taqiyuddin Ahmad bin Taimiyah dalam kitab Tatawanya berkata,” pendapat yang benar dan sesuai dengan kesepakatan imam, bahwa mayit dapat memperoleh manfaat dari semua ibdadah,baik ibadah badaniyah (ibadah fisik) seperti sholat, puasa, membaca Al-qur’an, atau ibada maliyah (ibadah materi) seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk berdo’a dan membaca istigfar bagi mayit (Hukum Al-Syariah Al-aslamiyah fi m’tamil arba’in , 36).
  • Sebagian ulama juga berpendapat bahwa doa kepada orang yang meninggal dunia tidak akan sampai. Hal ini berangkat dari pemahaman surat al-An’am ayat 6, bahwa orang yang meninggal dunia akan menanggung amal dan perbuatannya masing-masing. Pada saat seeorang meninggal dunia maka malaikat datang dan memperhitungkan amalnya untuk menilai apakah orang tersebut pantas diberi siksa kubur atau tidak.

D. Analisa.

Surat al-An’am ayat 6 secara tegas menyatakan bahwa baik buruk perbuatan manusia hanya dia sendiri yang menanggungnya. Karena tidak adil jika seseorang harus menanggung dosa dari perbuatan yang tidak ia lakukan.

Namun jika melihat pada hadis Nabi saw di atas. Bukan tidak mungkin jika doa orang yang masih hidup dengan izin Allah swt bisa sampai. Pada hadist Nabi saw di atas disebutkan bahwa amal perbuatan seseorang putus kecuali 3 hal:

  1. Sedekah jariyah
  2. ilmu yang bermanfaat sesudahnya
  3. anak yang shalih yang mendo’akannya.

Pada poin ke tiga bisa kita pahami bahwa anak yang shalih doanya dapat sampai kepada orang tuanya yang sudah meninggal. Sehingga diharapkan dosa orang yang sudah meninggal dapat diampuni oleh Allah swt. Mengenai Allah mau mengampuni sedikit, sebagian, atau semua dosanya, itu semua tergantung pada kehendak Allah swt.

Doa anak yang shaleh dikaitkan dengan tahlilan adalah bahwa rangkaian bacaan dalam tahlilan merupakan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, agar mendekati kata shaleh. Ketika rangkain tahlil sudah selesai, dan diakhiri doa untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia, baik orang yang berdoa ataupun yang mengamini sudah lebih baik atau lebih suci karena sudah berdzikir mendekatkan diri kepada Allah swt.

E. Kesimpulan.

  • Doa anak/orang yang shaleh diterima Allah swt.
  • Tahlilah adalah media untuk mendekatkan diri, mensucikan diri dengan berdzikir agar dapat mendekati kriteria shaleh.
  • Adapun tujuan hajat mendoakan orang meninggal dunia dilakukan dengan doa yang dibaca di akhir tahlilan. Jadi bukan tahlilannya yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal, melainkan doa pada akhir acara ketika semua jamaah sudah berusaha menjadi orang shaleh dengan tahlilan (berdzikir).
Klik untuk share:
Tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13
Leave a Reply

avatar
8 Comment threads
5 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
10 Comment authors
sohibulMitaAlunkhilman'abdul Rahmaan Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Susi
Guest
Susi

Saya mau tanya. Bila mendoakan orang yang beragama lain yg sdah meninggal itu hkumnya bgaimana ?

Grizcylla
Guest
Grizcylla

Jelas doa kita tdk smp, krn sdh beda aqidah, bahkn nabi pun pernah minta ampun utk ibunda dan ayahnda nya, di tolak oleh Alloh Subhanna Wa Ta’ala, krn sdh beda aqidah, wallohu alam

yusuf
Guest
yusuf

mba grizcyle… pernyataan anda dikaitkan dengan sebuah riwayat namun pemahaman makna cerita tersebut atu sejarah tersebut bahwasanya ibunda dan ayahanda nya berada pada jaman sebelum kenabian dan sebelum perintah rosul turun… yg jadi permasalahan nya adalah bukan karena di tolak doa nya melainkan itu adalah batasan jaman kenabian…

'abdul Rahmaan
Guest
'abdul Rahmaan

Lihat Surat At Taubah ayat 113

jupri
Guest

mba sus brdo a untuk orang mah sah2 az klo orang yg beda kprcayaan tpi msih meyakini klo allah itu satu y no problem.wong kita hidup di dunia ya sbnr y saling brsaudara..itu pndpt sya..wallahu a’lam..islm krstn ktolik hndu n budha adlh agama samawi alias turun dri lngit..ngapain kita hrus sling mmbenci.?.sya orng islam tpi sya bnci dgan ajarn yg mmprovokasi..sunah itu bnyak tpi carilah yg soheh jgn yg samar..sya rindu islam jman dlu alias jman aq kcil..islam sling toleransi sma agama lain..tpi stlah skarang2 msuk budaya arab rasa nya islam yg dulu2 nya cinta damai jdi berubah anarkis..saya mohon… Read more »

'abdul Rahmaan
Guest
'abdul Rahmaan

Maaf ini yg dibahas adalah sampai tdk nya do’a utk org kafir.
Knp malah melebar g jelas?
Knp org yg meyakini hanya ISLAM satu satunya agama yg benar malah dituduh dan diframing seolah olah jahat?
Na’udzubillaahi min dzaaliik

Coba lihat asbabun nuzul Surat At Taubah ayat 113. Kurang apa “jasa” abu thalib thd Beliau Rasulullaah?
Tp gegara abu tholib kafir, ya -قدر الله – ia tak bisa mendapatkan fadhilah do’a Beliau Rasulullaah

Terus kamu mau hujat Surat At Taubah ayat 113 gt?

hilman
Guest
hilman

beda kepercayaan sudah pasti tidak meyakinkan allah sebagai tuhannya, beda kepercayaan apa maksudnya

Syarif gunawan
Guest
Syarif gunawan

Kesimpulan dari artikel ini akan logis jika yang melakukan tahlilan adalah anak-anak dari si mayit, tetapi jika disimpulkan semua jamaah dimana jamaah tahlil bisa terdiri dari orang yg bukan anak si mayit maka kesimpulannya tidak sinkron dengan hadis nabi. Terima kasih

wawan
Guest

mohon maaf doa mendo
akan orang tua yg sudah meninggal apa

wawan
Guest

moho maaf bgmn doa untuk orang tua yg sudah meninggal dunia

Alunk
Guest
Alunk

Pada hadist Nabi saw di atas disebutkan bahwa amal perbuatan seseorang putus kecuali 3 hal:

1. Sedekah jariyah
2. ilmu yang bermanfaat
3. anak yang shalih yang mendo’akan kedua orang tuanya

Dari nomor tiga sudah jelas.
Apapun bentuk do’a asalkan niatnya kepada Allah dan tata caranya baik InsyaAllah di terima..
Manurut saya baik itu tahlilan atau semacamnya tidak ada yg perlu diperdebatkan.. itu boleh..
Tapi jika anda beda pendapat dan tidak memperbolehkan(menganggap tidak perlu) itu hak anda.. toh kita sama2 belum pernah meninggal jadi tidak tahu yg terjadi di alam sana.. maka mari kita berhati-hati dalam menyimpulkan permasalahan..

Mita
Guest
Mita

Nah.. karena doanya.. lalu mengapa kita harus mengikuti urutan hari 1-7 40′ 100 1000? Menurut saya isi amalan itu haruslah dilakukan tanpa mengikuti aturan hari yang telah diakui merupakan hari yang diistimewakan oleh agama lain. Karena ketika melakukan itu dengan sangat sesuai hari-hari itu. Bukankah sama saja ikut mengganggap hari2 itu istimewa? Padahal hari2 itu tidak disebutkan dalam 3 dasar'(Al Quran,hadits dan ijma) mengapa harus di hari-hari itu?
Terima kasih

sohibul
Guest
sohibul

Assalamualaikum saya ingin bertanya..
Berarti jika doa tahlilan untuk orang yg sudah meninggal tidak sampai pada orang meninggal tersebut. Misalnya doa untuk meminta menghapuskan dosa orang yg sudah meninggal, Karena amal baik ataupun dosa ditentukan ketika orang tersebut masih hidup?? Seperti yg tertulis di surat al-An’am ayat 6??? Mohon dijawab?? Terima kasih